Info&tanya jawab

Selasa, 04 Desember 2018

Kegiatan Usaha Tenun Ikat Oleh Ibu-ibu PKK


Foto: Frederyck Hurint
Lamatutu – Kelompok ibu-ibu PKK Desa Lamatutu terus mengembangkan usaha tenun ikat sebagai salah satu kegiatan produktif yang tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Kegiatan menenun dilakukan secara rutin oleh para anggota PKK dengan memanfaatkan keterampilan yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Di sela-sela aktivitas rumah tangga, para ibu terlihat tekun mengerjakan lembar demi lembar kain tenun menggunakan alat tenun tradisional. Proses pembuatan tenun ikat membutuhkan ketelitian dan kesabaran, mulai dari penyiapan benang, pewarnaan motif, pengikatan benang, hingga proses penenunan yang dapat berlangsung selama beberapa minggu tergantung tingkat kerumitan motif.
Berbagai motif khas daerah terus dipertahankan dan dikembangkan oleh para penenun sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang menjadi identitas masyarakat setempat. Hasil tenunan tersebut kemudian dipasarkan kepada masyarakat maupun pembeli dari luar daerah.
Ketua PKK Desa Lamatutu menjelaskan bahwa kegiatan usaha tenun ikat tidak hanya bertujuan melestarikan budaya, tetapi juga menjadi salah satu sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Melalui kelompok PKK, para ibu saling berbagi pengalaman dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.
Tenun ikat merupakan warisan budaya yang harus dijaga. Selain melestarikan tradisi, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi para ibu rumah tangga dan keluarganya, ujarnya.
Para anggota PKK berharap usaha tenun ikat dapat terus berkembang melalui dukungan berbagai pihak, baik dalam bentuk pelatihan, promosi, maupun akses pemasaran yang lebih luas. Dengan demikian, produk tenun ikat Desa Lamatutu dapat semakin dikenal dan memiliki daya saing yang lebih baik di pasar.
Pemerintah desa memberikan apresiasi atas semangat dan kerja keras para ibu yang terus mempertahankan tradisi menenun di tengah perkembangan zaman. Menurut pemerintah desa, tenun ikat memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan desa yang mampu mendukung perekonomian masyarakat.
Selain menghasilkan nilai ekonomi, kegiatan menenun juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antaranggota PKK. Dalam suasana penuh kekeluargaan, para ibu saling membantu dan berbagi pengetahuan agar keterampilan menenun dapat diwariskan kepada generasi muda.
Melalui usaha tenun ikat yang terus berkembang, ibu-ibu PKK Desa Lamatutu membuktikan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kain tenun yang dihasilkan tidak hanya menjadi simbol identitas budaya, tetapi juga menjadi sumber harapan bagi peningkatan ekonomi keluarga di desa.
Foto: Frederyck Hurint

Foto: Frederyck Hurint

Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar